Tulisan ini saya dedikasikan untuk kawan-kawan yang masih memberikan semangat kepada saya untuk ber-KM ITB..thnx a lot 4 all of u!!
Mahasiswa dan Kemahasiswaan
oleh Fikri Irsyad*
Dua buah kata yang disebutkan dalam judul harusnya adalah satu hal yang berselarasan satu sama lain, karena mereka sama-sama berkar kata yang sama yaitu siswa yang menggunakan awalan maha => mahasiswa..
tapi sebelumnya saya akan sedikit menulis apa yang saya pahami agar sama-sama kita bisa mengkoreksi diri..mungkin sedikit yang tau kenapa orang kuliah/sekolah di perguruan tinggi itu disebut mahasiswa..
mahasiswa memiliki makna sebagai berikut :
artinya mahasiswa adalah seorang yang dalam praktek kesehariannya memiliki karakter tidak pernah cukup untuk belajar. atau istilah lainnya sering disebut sebagai insan akademis, yang memiliki dua peran :
- pertama, peran untuk selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Dan harusnya sifat yang demikan juga ada di apa yang kita sebut “kemahasiswaan”
- Kedua, peran yang akan muncul dengan sendirinya apabila mengikuti watak ilmu itu sendiri. Watak ilmu adalah selalu mencari dan kebenaran ilmiah. Sehingga ia akan mengemban peran untuk selalu mengkritisi kondisi kehidupan masyarakatnya di masa kini dan selalu berupaya membentuk tatanan masyarakat masa depan yang benar dengan dasar kebenaran ilmiah
(Konsepsi KM ITB 2008-Falsafah Dasar…)
dan kemudian, kemahasiswaan dapat dimaknai sebagai praktek ‘budaya mahasiswa’, berupa prilaku Mahasiswa (insan akademis) yang berkesadaran tentang perannya dalam mengemban cita-cita pendidikan. Dalam hal ini harusnya berlaku prinsip dari mahasiswa, untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater dan oleh mahasiswa. (bukan egois tak tau diri: dari,untuk dan oleh mahasiswa saja)
nah, sekarang bagaimana dengan kemahasiswaan kita, km itb?? selaraskah dengan falsafah mahasiswa dan kemahasiswaan diatas?
sudahkah kemahasiswaan kita tanggap menghadapi masa depannya?? sudahkan kemahasiswaan kita berani mengkritisi kondisi hari ini?? sudahkan kemahasiswaan kita melakukan upaya memposisikan dirinya secara benar di lingkungan masyarakat?? Sudahkan ada upaya secara sadar memperbaiki kondisi kemahasiswaan kita saat ini?? Atau memang sudah pada kondisi benar-benar “KRITIS” hampir mati??
Fakta mahasiswa dan kemahasiswaan hari ini adalah :
- waktu studi mahasiswa sangat pendek : 2 tahun untuk TPB, 4 tahun untuk Sarjana (total 6 tahun).. Jika TPB dilewati hanya satu tahun, maka total hanya 5 tahun!!
- biaya kuliah angkatan muda saat ini hampir mencapai 4jt rupiah / semester
- aktivitas kepengurusan top management (kahim) himpunan tingkat 3-4.
- aktivitas kepengurusan top management (presiden) kabinet km itb tingkat 4-5
hal ini belum termasuk variabel lain seperti tekanan akademis (tugas dll), kebutuhan pokok mahasiswa, faktor keluarga, dst.
beberapa dari kita tidak akan pernah/belum peduli karena kenaikan spp dan percepatan studi diberlakukan kepada adik2 tingkat bawah kita. kita di setting berada di posisi lebih nyaman dari adik2 kita.. apakah kita hanya diam/egp dalam zona nyaman ini?? apa yang akan kita (kakak tingkat) lakukan??
Akan kah memaksakan keberlangsungan kemahasiswaan kepada mahasiswa yang jelas beda kondisinya dengan kita saat ini??
masih adakah yang mau/rela untuk kuliah lebih dari 4 tahun untuk menjadi pengurus di kemahasiswaan terpusat kedepannya?? bukankah mereka hanya kuliah 5 tahun saja?? adakah alasan bagi kita untuk tetap memperthankan kondisi pengelolaan kemahasiswaan kita hari ini?? jika jawabannya adalah tidak/sulit..maka apa yang akan terjadi dengan “KEMAHASIWAAN”..akankah tergerus arus perubahan ini?
sadar/tidak, tantangan itu makin dekat dan kita tidak pernah bisa lari dari itu semua kawan!! akankah kemahasiwaan kita, km itb, berubah menjadi lebih baik?? nasib kemahasiswaan di masa depan bergantung pada anggotanya, kita, mahasiswa hari ini.
“berubah atau mati!!”
Demi Tuhan, Untuk Bangsa dan Almamater!!
Merdeka!!
*) Senator IMMG ITB 0910