SPP mahasiswa ITB angkatan 2009 o/ Herwin Iriansyah (staf ahli menkesma km itb)
berdasarkan SK rektor ITB nomor 004a/SK/K01/KU/2009 maka biaya pendidikan mahasiswa ITB angkatan 2009 resmi menjadi biaya tetap 1,5 juta ditambah 125rb/sks.
hal ini mengejutkan karena mengubah sistem pembayaran BPP yang selama ini diterapkan ITB. juga mengejutkan karena ketika dihitung, angkanya akan meningkat fantastis dari tahun sebelumnya (2008).
namun mari kita lihat sesungguhnya seperti apa…
biaya pendidikan pokok (BPP) di ITB dalam 5 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan sebesar 250rb setiap semesternya. dengan melihat bahwa biaya pendidikan pokok ITB pada tahun 2008 sebesar 2,5 juta maka secara otomatis kita akan berpikir bahwa biayanya menjadi 2,75 juta untuk tahun 2009. angka ini tentu saja belum ditambah dengan besarnya biaya BPPT yang harus dikeluarkan setiap semesternya yang berkisar dari 250rb hingga 1 juta (banyak juga yang hanya 0). maka maksimal biaya yang dikeluarkan setiap mahasiswa menjadi 3,75 juta.
sekarang kita lihat apa yang terjadi dengan sistem pembayaran yang baru. setiap mahasiswa diwajibkan membayar 1,5 juta sebagai biaya tetap ditambah dengan 125rb/sks. dengan mengasumsikan semua mahasiswa mengambil 18 sks setiap semesternya, maka setiap mahasiswa akan dikenai biaya 3,75 juta. angka yang fantastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. namun perlu diperhatikan bahwa disini tidak ada lagi pembayaran BPPT, maka terlihat bahwa biaya yang dikeluarkan sama dengan jika menggunakan sistem lama dengan membayar biaya BPPT maksimal.
lho,,, kalau gitu setiap orang bayar BPPT maksimal dong. berarti benar makin mahal…
makin mahal iya tapi perlu juga diperhatikan kebijakan tambahan berikut ini.
seperti juga halnya dengan BPPT, pada sistem yang baru ini ada juga sistem yang dapat meringankan biaya kuliah mahasiswa. pada sistem kali ini, besaran BPPT yang seharusnya kita bayarkan dirubah bentuknya menjadi jumlah sks. setiap mahasiswa akan dinilai secara akademik dan ekonomi untuk diberikan bantuan berupa pembayaran sks (jadi setiap mahasiswa akan mendapatkan bantuan dibayarkan oleh ITb sejumlah sks yang diambilnya). jumlah sks yang akan dibantu dibayarkan oleh ITB berkisar dari 1 sks hingga 8 sks. sekarang mari kita hitung…
dengan harga 1 sks sebesar 125rb, maka besarnya bantuan yang diberikan oleh ITB kisarannya adalah 125 rb hingga 1 juta. sekali lagi dengan mengasumsikan setiap mahasiswa mengambil 18 sks dengan bantuan 8 sks dari ITB maka besarnya uang kuliah yang harus dibayarnya adalah 1,5 juta + 125rb/sks x 10 sks yaitu 2,75 juta. sekali lagi berarti jumlahnya sama dengan jumlah BPP dengan sistem yang lama.
o ya, dengan sistem yang baru ini artinya setiap mahasiswa 2009 pada tahun pertamanya akan membayar maksimal yaitu 3,75 juta. pada tahun kedua baru akan ada perubahan disebabkan oleh perhitungan terhadap data ekonomi dan prestasi akademik setiap mahasiswa.
berarti sebenarnya sistem yang baru dikembangkan dengan mempertimbangkan sistem yang lama juga (walaupun saya masih belum mengerti kenapa harus ada kenaikan biaya 250rb/semester)
masuk ke poin masalah…
sistem ini baik untuk ITB yang sepertinya sekarang semakin dipenuhi oleh mahasiswa dengan tingkat ekonomi yang lebih baik, namun dengan sistem seperti ini akan sangat sulit untuk mahasiswa yang mampu secara akademik tetapi tidak secara finansial untuk menyelesaikan kuliahnya lebih cepat. karena bantuan yang diberikan oleh ITb per semesternya hanya sebesar 8 sks (kalau ngambil 24 sks berarti harus bayar 16 sks). apalagi untuk mahasiswa yang tingkat ekonomi dan akademisnya ada di tengah2, pasti lebih bingung lagi kalau sistemnya seperti ini….

Penjelasan dari Rektorat..Tentang Kenaikan SPP ITB..(ternyata sama saja)
untuk awal ini saya mengucapakan kepada Alif+Catur+Herwin (Kementrian Penkesma Kabainet KM ITB) atas segala usaha mengenai advokasi masalah kenaikan spp itb. semoga amal kalian jadi kebaikan untuk kita semua…
all my friends,
saya akan coba jelaskan sekemampuan dan seinget saya… mari kita bandingkan u/angkatan 2009:
* yang dihitung adalah kemungkinan biaya terbesar
1. Metoda lama
a. biaya pokok = Rp 2.750.000 (di dapat dari kenaikan 250rb per angkatan di ITB, terakhit 08 = 2,5jt)
b. sbpt = Rp 1.000.000 (menurut keterangan bahwa sbpt itu min. Rp 0 dan max. Rp1jt; penentuan besaran menyertakan info berupa : keterangan surat miskin RT,RW dan lurah; PBB; slip gaji; PLN dsb;)
c. Total = Rp 3.750.0000
2. Metoda baru
a. biaya pokok = Rp 1.500.000
b. biaya sks (20 sks) = Rp 2.500.000 (biaya per sks Rp 125.000)
c. biaya total = Rp 4.000.000
penjelasan = berbeda dengan metoda lama perbedaan besar dari SBPT, untuk metoda baru menggunakan cara “diskon sks” dengan maximal diskon 10 sks per semester = 10 x Rp 125.000 = Rp 1.250.000
diskon memiliki range 0-10 sks. gimana cara dapetin diskon sks dari ITB?? sama aja… harus ngurus2 berupa : keterangan surat miskin RT,RW dan lurah; PBB; slip gaji; PLN dsb;
nah ini itung2an dengan niali minimal yang akan ada :
1. metoda lama (biaya pokok + sbpt = 0) = Rp 2.750.000
2. metoda baru (biaya pokok + 20 sks – diskon maximal) = Rp 4.000.000 – Rp 1.250.000 = Rp 2.750.000
SAMA kan?? hehe
m….memang lebih ribet aja..
maaf2 kalo kemaren2 ngasih informasi kurang lengkap..saya kurang ngerti mana yang baik yang buruk karena bukan jurusan saya kaya ginian mah…silahkan temen2 menilai
ada yang punya tanggapan?? usulan?? ayo2!!
thnx smua!!
Fikri
senator immg
SPP mahasiswa S1 ITB angkatan 2009. ( naik lagi ) o/ Ridwansyah Yusuf Achmad
teman teman ada sedikit yang ingin di share…
ini link image dari form yg di sosialisasikan ke TPB 2009.
http://img245.imageshack.us/img245/1935/itb.jpg
sederhananya seperti ini.
biaya tetap persemester : Rp.1.500.000
biaya per sks : Rp.125.000/sks
rata-rata julah SKS setiap fakultas di TPB adalah 17-19 SKS ( ada perbedaan di setiap fakultas )
hitungan sederhana, maka biaya kuliah TPB 2009 ( dengan asumsi 18 sks ) adalah
Rp. 1.500.000 + Rp.125.000 (x18 sks) : 1.500.000 + 2.250.000 = Rp. 3.750.000,-
jumlah ini sangat jauh berbeda dan kenaikannya sangat tinggi, bandingkan dengan angkatan 2005 yang biaya per semester 1.850.000 + ( BPPT sesuai dengan kemampuan ).
dengan sistem sebelumnya saja sudah banyak mahasiswa yang mengeluh, apalagi jika di naikkan.
dilematika terjadi adalah ternyata memang kenaikan ini tidak melanggar UU BHP. karena menurut UU BHP, biaya yang ditanggung mahasiswa maksimal 1/3 ( sepertiga ) dari jumlah biaya per tahun mahasiswa.
dan menurut rektorat kita, biaya per tahun mahasiswa ITB adalah : Rp. 28.000.000/mahasiswa/tahun
maka dengan biaya 3.750.000 per semester ( yang mana artinya 7.500.000 per tahun ) , kenaikan ini masih di bawah 1/3 ( sepertiga ) dari 28.000.000.
saat ini tim penkesma kabinet dan MWA masih melakukan advokasi. informasi ini sebagai penguman awal bagi teman-teman massa kampus.
solusi yang sedang kita usahakan menuju beberapa kondisi.
1. pengurangan biaya kuliah
2. adanya jaminan beasiswa bagi yang tidak mampu
mengambil kata bijak dari seseorang
“pendidikan itu memang mahal, yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan menanggung”
yuk kita buat semua putra putri terbaik Indonesia bisa berkuliah dengan baik di ITB tanpa khawatir tentang masalah uang.
mengambil kata bijak lagi dari pak rektor
“tidak ada satu pun mahasiswa ITB yang DO karena ekonomi”
so, kalo udah keterima di ITB, masuk aja dulu, insya Allah akan ada solusi untuk masalah biaya kuliah. ini kampus untuk semua kok, tempat calon pemimpin bangsa di tempa dan di bina.
mari kita BUat Indonesia Tersenyum
Evaluasi Kinerja&Presensi Kongres 2009-2010 (Juni)
Assalamualaikum Wr. Wb
Salam Ganesha!!!
Masa kepengurusan kongres 2009-2010 telah memasuki triwulan kedua. Kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari masing masing lembaga dalam hal mengawasi kinerja utusan lembaga yang didelegasikan. Sebagai bukti transparansi kinerja kongres maka berikut kami jabarkan pesensi, selama satu bulan kedepan.Keterangan lebih lanjut terdapat pada berkas yang dilampirkan. Terimakasih.
Lembaga Nama Utusan Persentasi Kehadiran
HMTL Dissa Samatha 90.90%
KMKL Adrian 81.82%
HMIF Adi P. Sujarwadi 81.82%
IMMG Fikri Irsyad 77.28%
HIMATEK Adri Kristian 77.28%
Elizabeth Valentine
HMFT Fadli S. 77.28%
SenBud Darma Eka Saputra 77.28%
IMA-G Reza Aryandi 77.28%
NYMPHAEA Retnoastuti Ratih 68.19%
HME Aditya Syarief 63.64%
Adinda Ihsani Putri
MTM Sugiarso Amin 59.10%
HIMAFI Aryo Wisnu Wardhana 54.55%
P dan K Charles Jonathan 54.55%
IMG Mochtar 50.00%
Sanni Satria
OR Liza Octavia 50.00%
TERRA Sufi Hamdan 45.46%
HMP Adit Kurniawan 45.46%
Eddo
Media Kania Prita 45.46%
Gamais Oding Aminudin 45.46%
KMK Rendy Hermawan 40.91%
HMF Firdaus Tejo 40.91%
Taufik Abidin
HMT Danu Pramudita 33.34%
HMS Heru Ramanda 33.34%
AMISCA Andri Wijaya 31.82%
Adhadipraja 31.82%
GEA Aldyth Sukapradja 27.28%
Fendi
HIMATIKA Diah Setyo W. 27.28%
MTI Lyder Lelepadang 22.73%
SenBud Achmad Tazkir 22.73%
KMPN Achmad Dzaky 22.28%
HMM Ivan C.S. 18.18%
PATRA Sylvan Ramadanel 13.64%
PMK Janico 13.64%
KM-SBM Kartika Anisa 9.10%
KMH Gde Ari Prima Satria 9.10%
HMME Andre Putra Arifin 4.55%
SenBud First Lendy 4.55%
HIMASTRON Ahmad Munawir 0.00%
HMO 0.00%
SenBud Ariani Octorisca 0.00%
Media Nicky Irawan 0.00%
Sheila P.
P dan K Akbari 0.00%
KMSR 0.00%
Untuk TUHAN, Bangsa dan Almamater
MERDEKA!!!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb
Pemda NTB Gelar Lelang Saham Newmont Juli
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance
Jakarta – Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) akan melakukan lelang atau beauty contest terhadap perusahaan-perusahaan yang berminat untuk menjadi investor dalam divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara pada bulan Juli mendatang.
“Beauty contest-nya mudah-mudahan bisa dimulai bulan Juli,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB, Heriyadi Rahmat saat berbincang dengan detikFinance, Sabtu (20/6/2009).
Heriyadi mengakui hingga saat ini baru ada dua perusahaan yang secara lisan sudah menyatakan untuk menjadi investor divestasi Newmont.
“Yang sudah menyatakan secara lisan minatnya baru dua perusahaan Northstar dan Amstelco,” ungkapnya.
Heriyadi menjelaskan, pada pekan depan pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan Pemda NTB untuk membahas divestasi saham Newmont 2006 dan 2007.
Menurut dia, pertemuan ini merupakan pertemuan perdana antara kedua belah pihak sejak adanya putusan abitrase pada akhir Maret lalu.
“Ini pertemuan pertama. Kami belum melakukan pertemuan dengan Newmont sebab kami masih menunggu proses legal perusahaan daerah yang kami bentuk,” jelasnya.
Pihaknya juga telah menerima dua surat dari Dirjen Minerbapabum Bambang Setiawan yang isinya menghimbau agar Pemda NTB dan Newmont dapat langsung bernegosiasi.
Selain itu, Heriyadi mengakui, Pemerintah pusat juga meminta agar pihaknya melakukan penawaran harga saham divestasi tersebut . Jika penawaran harga yang diberikan pemerintah pusat bisa lebih rendah, harga itulah diharapkan dijadikan acuan oleh Pemda.
Sebelumnya, Heriyadi menyatakan Pemda NTB telah membentuk PT Daerah Maju Bersaing yang akan mengelola 10 persen saham divestasi Newmont. Setelah BUMD tersebut dibentuk, Heriyadi menyatakan pihaknya akan melakukan beauty contest terhadap perusahaan-perusahaan yang berminat untuk menjadi investor.
” Dana dari para investor inilah yang akan digunakan untuk membeli 10 persen saham divestasi Newmont,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Meskipun para investor tersebut menginvetasikan uangnya, namun 10 persen saham tersebut tetap milik Pemerintah Daerah. Adapun pembagian 10 persen saham kepemilikan saham tersebut terdiri dari empat persennya dimiliki Provinsi NTB, empat persen dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat dan dua persen lagi menjadi milik Kabupaten Sumbawa.
Seperti diketahui, hasil putusan abitrase menyebutkan 3 persen saham Newmont pada tahun 2006 dan tujuh persen saham Newmont pada tahun 2007 menjadi milik Pemerintah daerah. Selain itu, telah disepakati pula divestasi 3 persen saham 2006 senilai US$ 109 juta, 7 persen saham 2007 senilai US$ 282 juta.
(epi/ang)
dari : http://www.detikfinance.com/read/2009/06/20/124146/1151147/4/pemda-ntb-gelar-lelang-saham-newmont-juli

